Sabtu, 26 Mei 2012

Manajemen Risiko ( Peran Asuransi Sebagai Pengalih Risiko,Bentuk Risiko Pada Sektor Bisnis,Risiko Valuta Asing,Risiko Perbankan,Operational Risk dan Working Capital


BAB II
PEMBAHASAN



A.  Peran Asuransi Sebagai Pengalih Risiko
Asuransi merupakan sebuah lembaga yang didirikan atas dasar untuk menstabilkan kondisi bisnis dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Bedasarkan pengertian tersebut asuransi mengandung empat unsur yaitu :
1.    Pihak tertanggung
2.    Pihak penangung
3.    Sesuatu peristiwa yang tak tantu
4.    Kepentingan yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tentu.
Ada beberapa mamfaat yang dapat diterima pada saat seseorang atau intuisi masuk ke asuransi yaitu :
1.       Asuransi mampu berperan sebagai penetralisir risiko
2.      Sebagai pihak penganti kerugian
3.      Mengurangi siksaan mental dan fisik bagi pihak tertanggung
4.      Menghasilkan tingkat produksi
5.      Memperbaiki posisi persaingan perusahaan kecil
Menurut Harman Darmawi ada enam Syarat – Syarat Suatu Risiko Dapat Di Asuransikan, syarat yang harus di tempuh tersebut yaitu ;
1.    Kerugian potensial cukup besar
2.    Probabilitas potensial cukup besar
3.    Keugian bersifat kebetulan
4.    Kerugian tertentu
5.    Terdapat sejumlah unit yang terbuka terhadap risiko yang sama
Peran asuransi swasta dan pemerintah dalam perspektif manajemen risiko asuransi milik swasta memeliki tanggung jawab yang kecil, dan asuransi milik pemerintah memeliki tanggung jawab yang lebih besar kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi menurut Soeisno Djojosoedarso ada beberapa kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi, kondisi tersebut antara lain :
1.    Sistem ekonomi masyarakat terbentuk perekonomian bebas
2.    Masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan masyarakat industry
3.    Peraturan perundang – undangan sudah terorganisasi denagn baik.

B. Bentuk Risiko Pada Sektor Bisnis
1.    Pertanian dan Perikanan
Salah satu fungsi utama bank adalah menyalurkan dana kepada pihak yang membutuhkan, misalnya petani. Namun sebagian pihak perbankan melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki resiko usaha yang cukup tinggi. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi petani yang ingin mendapatkan kredit dari bank.
Salah satu resiko usaha pertanian adalah jangka waktu pertumbuhan tanaman pertanian memerlukan waktu yang lama, bahkan sampai lebih dari 5 tahun. Selain itu, harga hasil pertanian yang fluktuasi di pasaran dunia juga merupakan masalah yang serius yang dilihat oleh kalangan perbankan.
Salah satu risiko yang bisa dibilang utama dalam usaha pertanian adalah hama dan penyakit. Hampir semua jenis usaha pertanian demikian, begitu juga dengan usaha bawang merah dan bawang putih. Beragam gangguan hama, penyakit, dan perubahan cuaca dapat datang secara tiba-tiba. Risiko produksi yang paling banyak menimbulkan kerugian bagi petani adalah serangan hama dan penyakit yang tidak dapat diprediksikan sebelumnya. Serangan hama dan penyakit dapat muncul karena dipicu perubahan cuaca, gulma, dan pengelolaan tanaman yang tidak optimal.
Selain itu usaha pertikanan juga mengakui  bahwa masalah utama dihadapi usaha di sektor perikanan adalah rumitnya prosedur untuk memperoleh dukungan dari bank. Hal ini mengakibatkan banyak pebisnsi kecil dan menengah memilih menggunakan jasa para penghimpun dana diluar bank.
2.    Minyak dan Gas
Industri minyak dan gas bumi merupakan suatu industri komplek dengan membutuhkan dana yang amat besar dan melibatkan teknologi tinggi. Karena sifatnya yang demikian, maka risiko yang dihadapi oleh industri ini juga amat beragam dan tinggi. Perusahaan menghadapi risiko fisik maupun tanggung jawab hukum (operasional risks) saat meiakukan kegiatan dan risiko keuangan (financial risk) yang pasti terjadi jika ternyata kandungan ninyak/ gas yang diharapkan dinilai tidak ekonomis (speculative risks).
Kegiatan di sektor minyak dan gas bumi walaupun mempunyai karakhristik “frekuensi terjadinya kerugian relatif rendah” tetapi “potensinya terjadinya kerugian tinggi” dan kalau terjadi insiden akan menimbulkan “jumlah kerugian (severity) yang sangat Besar” dan seringkali fatal.
Salah satu cara untuk mengatasi tingginya tingkat risiko yang dihadapi adalah dengan adanya sistem manajemen keselamatan proses yang menjamin bahwa fasilitas industri perminyakan telah dirancang dan dioperasikan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja. Hal ini implementasikan dengan adanya unit yang menangani Health, Safety and Enviromental (HSE). Asuransi merupakan salah satu metoda pengelolaan risiko (pure risk) bagi Operator Migas, dalam menghadapi risiko operasional (operasional risk) yang dapat mengganggu keuangan perusahaan.

3.    Kontruksi Bangunan
Resiko pada proyek konstruksi adalah suatu kondisi dimana dampak dari terjadinya suatu resiko dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan suatu proyek, seperti waktu penyelesaian, biaya, dan mutu yang disepakati. Tujuan dilakukan manajemen resiko ini adalah untuk menganalisa kemungkinan resiko yang akan dihadapi dalam suatu proyek agar dapat diketahui tindakan apa yang akan dilakukan terhadap resiko tersebut. Dalam Rahayu (2001) dijelaskan resiko diklasifikasikan menurut  kebutuhan dalam penanganannya, antara lain:
a.    Resiko murni dan resiko spekulatif, resiko murni dianggap sebagai suatu ketidakpastian yang dikaitkan dengan adanya satu luaran (outcome) yaitu kerugian  (Flanagan,1996),  contohnya: kecelakaan kerja di proyek, kegagalan pengecoran dan lain-lain. Sedangkan resiko spekulatif mengandung dua luaran yaitu berupa kerugian atau keuntungan, resiko ini dikenal sebagai resiko dinamis, sebagai contoh perusahaan asuransi selaku pihak penjamin akan mendapatkan keuntungan dari jumlah uang premi yang dibayar kontraktor, bila resiko yang dijamin tidak terjadi, kalau resiko yang dijamin terjadi maka pihak asuransi akan mengalami kerugian, karena harus membayar uang pertanggungan sebesar nilia kerugian yang terjadi.
b.    Resiko fundamental dan resiko khusus,dimana resiko fundamental adalah resiko yang kemungkinannya dapat timbul pada hampir sebagian besar anggota masyarakat dan tidak dapat disalahkan kepada seseorang atau beberapa orang sebagai penyebabnya, contohnya banjir,gempa bumi, angin topan, peperangan,kekacauan, inflasi, devaluasi. Sedangkan resiko khusus adalah resiko yang bersumber dari peristiwa-peristiwa yang mandiri dimana sifat dari resiko ini adalah tidak selalu bersifat bencana, bisa dikendalikan atau umumnya dapat diasuransikan, contohnya rusak atau hilangnya barang. 

C. Risiko Valuta Asing
Risiko mata uang : bila bank dalam posisi long / overbought dlm suatu mata uang dan nilai tukarnya turun (depresiasi), maka bank akan menanggung kerugian.
1.    Risiko liquiditas : pada saat kewajiban dalam mata uang jatuh tempo lebih cepat dari aktivanya.
2.      Interest rate risk : ada perubahan suku bunga.
3.    Credit risk : bila nasabah gagal memenuhi kewajiban pada saat kredit jatuh tempo.
Setelah sedikit mengartikan akan valas, maka diperlukan pemahaman akan manajemen risiko trading valas yang berguna untuk mengurangi risiko kerugian akibat pergerakan valas serta dapat memperoleh keuntungan yang diharapkan.
Manajemen valuta asing merupakan salah satu fungsi dari ALMA (Assets and Liabilities Management) yang tentunya mengelola valuta asing pada sebuah perusahaan. Pengelolaan ini lebih terfokus sebagai pengelolaan dalam mengatasi risiko kerugian akibat fluktuasi kurs valas, perubahan suku bunga, dan risiko lainnya yang dapat terjadi dalam aktivitas perdagangan valuta asing. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.
D. Risiko Perbankan
Risiko dan bank adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, tanpa adanya keberanian untuk mengambil risiko maka tidak akan pernah ada bank, dalam artian bahwa bank muncul karena keberanian untuk berisiko dan bahkan bank mampu bertahan karena berani mengambil risiko. Namun jika risiko tersebut tidak dikelola dengan baik, bank dapat mengalami kegagalan bahkan pada akhirnya mengalami kebangkrutan.
Jenis-Jenis Risiko Bank
1.    Risiko Kredit : Risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya.
2.    Risiko Pasar : Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar (adverse movement) dari portofolio yang dimiliki oleh Bank,yang dapat merugikan Bank. Variabel pasar antara lain adalah suku bunga dan nilai tukar.
3.    Risiko Likuiditas : Risiko yang antara lain disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh waktu.
4.    Risiko Operasional : Risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidak cukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal,kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Bank.
5.    Risiko Hukum : Risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontra.
6.    Risiko Reputasi : Risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.
7.    Risiko Strategik : Risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
8.    Risiko Kepatuhan : Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.

E.  Operational Risk dan Working Capital
1.    Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Modal kerja yang harus tetap pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya, atau selalu ada dalam 1 tahun.
a)    Modal Kerja Primer (Primary Working Capital) jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usaha.
b)    Modal Kerja Normal (Normal Working Capital) jumlah modal kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses  produksi yang normal.
2.    Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan, atau hanya dibutuhkan pada saat tertentu dalam 1 tahun perputaran usaha.
a)    Modal Kerja Musiman (Seasonal Working Capital), jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi musim.
b)    Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capital). jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.
c)    Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital), Jumlahnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, banjir, perubahan keadaan ekonomi yang mendadak).
Dalam mencapai tingkat profitabilitas tertentu sesuai tingkat risiko yang bersedia ditanggung oleh perusahaan dalam modal kerja terdapat beberapa tingkatan risiko yaitu :
  1. Konservatifà risiko rendah.
Pemenuhan modal kerja yang lebih banyak menggunakan sumber dana jangka panjang, agar perusahaan leluasa dalam pelunasan kembali atau memiliki tingkat keamanan (margin of safety) yang besar dalam menjaga likuiditas.
  1. Hedging/moderat à imbal hasil & risiko seimbang.
Perusahaan membiayai aktiva dengan dana yang jangka waktunya relatif sama dengan perputaran aktiva tersebut.
  1. Agresif à imbal hasil tinggi & risiko tinggi.
Sebagian kebutuhan dana jangka panjang dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek.
Risiko operasonal (Operational Risk ) didefinisikan sebagai suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tak berjalannya atau gagalnya proses internal, manusia dan sistem, serta oleh peristiwa eksternal. Walaupun risiko ini dapat diterapkan pada semua jenis organisasi bisnis, keterkaitan utamanya adalah pada bidang perbankan yang regulatornya bertanggung jawab untuk menciptakan pengamanan sebagai perlindungan terhadap kegagalan sistemik sistem perbankan dan ekonomi.
Peristiwa Yang Menimbulkan Risiko Operasional yaitu :
1.    Frekuensi; seberapa sering suatu peristiwa terjadi
  1. Dampak; seberapa besar jumlah kerugian yang timbul akibat peristiwa yang terjadi
Kategori peristiwa risiko operasional
1.    Frekuensi rendah/dampak rendah
2.    Frekuensi rendah/dampak tinggi
3.    Frekuensi tinggi/dampak rendah
Frekuensi tinggi/dampak tinggi

Tidak ada komentar:

albumQ

albumQ
Takbir Azzam